Analisis Penyebab Rendahnya Literasi Siswa di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.62388/jrgi.v3i3.496Kata Kunci:
Literacy, reading interest, elementary school.Abstrak
This article examines the factors contributing to the low literacy levels at SD Negeri 4 Barru, particularly in grade V. The skills of listening, speaking, reading, and writing are crucial elements in 21st-century education. Although the government has launched the School Literacy Movement (GLS) program to enhance literacy skills, many students still face challenges. This research employs a qualitative descriptive method, gathering data through observation and interviews. The analysis indicates that the causes of low literacy among students can be categorized into two groups: student factors and school factors. Student factors include low reading interest, inadequate foundational skills, family socio-economic conditions, and the impact of gadget and television use. On the other hand, school factors encompass limitations in facilities and reading materials, as well as ineffective teaching methods. The findings of this study are expected to serve as a reference for formulating solutions to improve literacy at the elementary school level.
Referensi
Elendiana, M. (2020). Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2(1), 54-60.
Faradina, N. (2017). Pengaruh program gerakan literasi sekolah terhadap minat baca siswa di SD Islam Terpadu Muhammadiyah An-Najah Jatinom Klaten. Hanata Widya, 6(8), 60-69.
Satori, D. dan Aan, K. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta
Wulanjani, A. N., & Anggraeni, C. W. (2019). Meningkatkan minat membaca melalui gerakan literasi membaca bagi siswa sekolah dasar. Proceeding of Biology Education, 3(1), 26-31.
Halim, A. (2017). Literasi dalam Pendidikan Dasar. Jakarta: Penerbit XYZ.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Pendidikandan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
OECD. (2019). Hasil Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2019. Paris: Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan.
Umar, U., & Widodo, A. (2022). Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Akademik Siswa Sekolah Dasar di Daerah Pinggiran. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(2), 458-465.
Hijjayati, Z., Makki, M., & Oktaviyanti, I. (2022). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas 3 di sdn sapit. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3b), 1435-1443.
Sambara, P. M., & Sape, H. (2023). HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK JURUSAN PERIKANAN. Jurnal Riset Guru Indonesia, 2(3), 134–142. https://doi.org/10.62388/jrgi.v2i3.348
Sape, H., & Habiba Ulfahyana. (2023). EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT). Jurnal Penalaran Dan Riset Matematika, 2(2), 96–103. https://doi.org/10.62388/prisma.v2i2.366
Sulzby, E. (2019). Perkembangan Literasi pada Anak Usia Dini. New York: Penerbit ABC.
UNESCO. (2013). Literasi: Tantangan Nasional dan Global. Paris: Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB.
Kurniasih, H. S., & Suryana, Y. (2022). Hubungan Lingkungan Keluarga dengan Motivasi Belajar Kelas V dalam Pembelajaran Online di Whatsapp Group. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 109-122.
Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, J., & Jufri, A. W. (2020). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 108-116.